padresescolapiosdemexico.org
Berita Sepakbola, Prediksi Bola, Prediksi Skor Akurat, Prediksi Skor Jitu, Bursa Bola Online, Berita Terkini

43 Personel Pilot Tempur Lanud Iswahyudi Makan Ular untuk Bertahan Hidup di Alam Liar

43 Personel Pilot Tempur Lanud Iswahyudi Makan Ular untuk Bertahan Hidup di Alam Liar – Prajurit TNI mesti berani menggunakan apakah saja buat dapat bertahan hidup di alam liar tiada bekal. Termasuk juga menggunakan ular sanca seperti dalam latihan yg dilaksanakan anggota pilot tempur Lanud Iswahyudi, Madiun.

Sejumlah 43 anggota pilot tempur Lanud Iswahyudi mengerjakan simulasi survival basic. Satu diantaranya simulasi yg dilaksanakan ialah menggunakan ular buat bertahan hidup di alam liar.

Letnan 1 Penerbang Sulistyo Laksono Cahyo mengemukakan, latihan survival itu berjalan di daerah Telaga Ngebel sejak mulai Rabu (20/2) sampai Jumat (22/2) . Latihan itu disertai banyak penerbang pesawat tempur biar mereka bisa bertahan hidup di alam liar. Baik di rimba lebat, perairan serta medan berat yang lain.

” Dalam latihan survival basic ini disebut Jungle and Sea Survival, pasukan yg tengah mengusahakan terus hidup memakai bahan makanan alami di rimba, ” kata Sulistyo kala dijumpai di area, Jumat (22/2/2019) .

Sulistyo memberi contoh, apabila kekurangan makanan banyak prajurit dapat bikin perangkap buat tangkap unggas, babi atau ular jadi bahan makanan. Kala ada di rimba daerah Ngebel banyak prajurit didesak menggunakan daging ular sanca.

Banyak prajurit udah di ajarkan trik mengkonsumsi ular dengan aman. Ialah dengan memotong lebih kurang sejengkal kepal biar terbebas dari dapat atau toksin.

” Makan ular itu kan bentuk survival. Apakah yg dapat dikonsumsi kita makan buat bertahan hidup, ” ujarnya.

Menurut dia, aktivitas survival basic ini tetap termasuk ringan. Dikarenakan, bakalan ada combat survival yg tempatnya sungguh-sungguh terisolasi. Sulistyo menyambung, dari semuanya serangkaian survival basic itu, ada masalah paling besar TNI ialah menjauhi perangkap yg berniat dipasang di rimba.

” Kita didesak mesti hati-hati lantaran tidak mengerti kapan kita mengenai perangkap, ” susulnya.

Lantas menurut Komandan Wing 3 Lanud Iswahyudi, Kolonel Penerbang Muhammad Satryo Utomo, aktivitas survival basic itu adalah program tahunan.

” Menyediakan banyak pilot pesawat tempur buat bertahan hidup baik di darat atau di lautan, beragam kendala kami sediakan serta untung semuanya prajurit siap serta sukses melewatinya, ” kata Satryo.

Satryo bersukur kursus itu berjalan mulus. Tidak hanya itu senang juga lantaran aktivitas itu diterima gairah warga Ngebel. Banyak pengunjung bikin semangat banyak prajurit bertambah berkobar.

” Jungle and sea survival berjalan mulus serta aman. Mudah-mudahan ke depan dapat diselenggarakan di Telaga Ngebel kembali, ” katanya.